Berita

(Prediksi Persib VS Sriwijaya FC) Bila Bauman dan Ezechiel Diduetkan, Ini yang Bakal Terjadi

Laga Persib Bandung melawan Sriwijaya FC , di Stadion Jakabaring, Palembang, malam ini, Ahad (1/4), diprediksi bakal berjalan menarik. Terutama bagi para Bobotoh yang masih penasaran dengan sosok Jonathan Bauman. Bauman diprediksi bakal diturunkan dalam laga malam nanti. Ia mungkin bakal diduetman dengan mamang Ezechiel di lini depan Maung Bandung.

Namun, apa yang bakal terjadi apabila dua striker tersebut diturunkan secara bersamaan? Dua penyerang yang menurut penulis memiliki karakter yang berbeda ini apabila diturunkan secara bersamaan mungkin bakal menyajikan pertunjukan yang menarik.

Mamang Eze alias Aliando adalah penyerang yang bertipikal petualang. Dia bukan type striker murni yang hanya menunggu bola di mulut gawang. Pemain nasional Chad ini adalah type pembuka ruang. Atau bahasa bekennya dia adalah seorang false nine.

Bauman sendiri, tipikal goal getter. Pemain berusia 27 tahun ini pun memiliki kemampuan sundulan yang cukup baik. Berdasarkan laman soccerway.com, selama karir profesionalnya bermain di liga domestik di Argentina, Chile dan Yunani, Bauman telah mengoleksi 39 gol dari 177 pertandingan.

Namun, apabila kedua pemain ini diturunkan, pelatih bisa jadi aka merombak formasi yang biasa digunakan.
Bisa jadi tim pelatih menggunakan format 4-4-2.

Saat melawan PS Tira, Mario Gomez Cq Fernando Soler bermain menggunakan format 4-3-3. Dalam formasi tersebut dua wing Persib ditempatkan sejajar dengan Ezechiel.

Perlu dicermati juga dengan formasi tersebut lini tengah Persib yang dikomandoi oleh In-Kyun harus bekerja ekstra keras. Para gelandang Persib akan dibebani dua tugas sekaligus yakni bertahan dan menyerang.

Terlebih, lini tengah Sriwijaya FC saat ini dihuni oleh pemain kawakan dengan daya jelajah yang tinggi. Sebut saja Konate Makan dan Esteban Vizcara. Dua gelandang ini memiliki karakter power full.

Namun, untuk mengantispasi hal itu, pelatih pun penulis rasa sudah menyiapkan amunisinya. Apabila menggunakan format tersebut, lini tengah Persib harus diisi oleh dua karakter pemain. Yakni tipe penyerang dan bertahan. Persib masih memilki Hariono yang bisa diandalkan saat timnya sedang diserang.

Tidak salah juga jika Persib nanti menggunakan format tersebut. Beruntung, Persib punya striker bertipikal seperti Ezechiel. Pemain ini bisa berperan sebagai gelandang dan pemberi umpan yang baik. Ezechiel bisa meringankan beban In-Kyun di lini tengah.

Namun, formasi 4-4-2 yang sudah banyak ditinggalkan oleh pelatih tim-tim modern, memilki kelemahan. Yakni, permainan mudah ditebak. Mungkin, di sinilah kualitas pelatih dipertaruhkan.

Berkaca pada pertandingan melawan PS TIRA, Persib lemah di kreasi. Serangannya mudah ditebak dan dipatahkan. Sok atih , cing kreatif!!