Ulasan Pertandingan

Henhen dan Ardi Idrus Laik Jadi Pemain Terbaik pada Laga Melawan Mitra Kukar

Bobotoh seharusnya sudah tidak lagi under estimate kepada pemain Persib yang disebut-disebut sebagai pemain “grade B”. Perlahan pemain yang dijuluki sebutan tersebut menunjukan kelasnya.

Buktinya, pada pertandingan melawan Mitra Kukar, Minggu malam (8/4), di pekan ke-tiga Liga 1 Indonesia, pemain tersebut justru yang paling menonjol. Dan para pemain tersebut mampu membawa kemenangan perdana bagi Persib malam itu.

Penulis beranggapan performa Ardi Idrus di wing back kiri pertahanan Persib sangat memuaskan. Terbukti bekas pemain PSS Sleman ini mampu bertaham selama 90 menit. Dan yang istimewa Ardi memilki visi pertahanan yang baik. Malah, performanya jauh di atas penampilan Toni Sucipto di dua laga terakhir.

Di samping itu, penampilan Moch Fisabilillah pun patut diapresiasi. Dia mampu bertandem dengan Bojan Malisic di jantung pertahanan Persib. Meski belum semantap Ahmad Jufrianto, ketenangan Sabil dalam menjaga pemain depan Mitra Kukar patut pula diapresiasi.

Penampilan Henhen pada laga tersebut pun tak luput dari perhatian penulis. Performa Henhen patut diakui saat ini telah jauh berkembang. Di dua laga sebelum melawan Mitra Kukar, Henhen menampilkan permainan yang cakap. Ia mampu bertahan dan menyerang dengan cukup baik. Ia mampu membantu Supardi dalam membangun serangan di sisi kanan.

Sentuhan Gomez

Pada laga yang berkahir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib ini patut pula kita kaitkan dengan tangan dinginnya tangan Mario Gomez. Pada pertandingan malam ini, kesalahan-kesalahan yang ditunjukan pada dua pertandingan sebelum ya nyaris tidak terlihat. Instruksi langsung Gomez di sisi lapangan nampkanya sangat berpengaruh pada performa timnya.

Selain itu, keberanian Gomez dalam merotasi pemain pun laik diacungi jempol. Ia tak sungkan menempatkan pemain-pemain muda untuk mengisi lini yang paling vital. Dan terbukti, sentuhannya mampu mengangkat performa Persib.

Dengan formasi 4-4-2, Gomez nampaknya paham betul lini tengah Persib harus cepat recovery ketika menyerang. Hal itu terbukti ketika Dedi Kusnandar yang ditempatkan di lini tengah bermain agak ke belakang. Dan Dedi mampu juga menjadi jembatan ketika sedang membangun serangan.

Namun, hal itu bukan tanpa celah sama sekali. Beberapa kali lini tengah Persib buyar ketika pemain Mitra Kukar melakukan serangan balik yang cepat. In Kyun dan Dedi telat memotong simpul pergerakan pemaon tengah Mitra Kukar. Untung, pada pertandingan itu, lini tengah Mitra Kukar tidak memanfaatkan celah tersebut.

Lini depan Persib pun pada pertandingan itu berangsur memperlihatkan karakternya. Dua bomber Persib Ezechiel N’Douassel dan Jonathan Bauman nampak bermain cukup enjoy. Pergerakan kedua pemain ini cukup merepotkan lini bertahan Mitra Kukar. Keduanya, bermain bukan hanya sebagai goal getter, nemun mereka kerap turun mencari bola dan membantu penyerangan.

Poin plus juga kami berikan kepada Gozali Siregar. Ia mampu menggantikan peran Febri Haryadi yang di dua pertandingan sebelumnya cukup melendoy.

So, pemain grade B Persib tak sepenuhnya buruk. Mereka hanya butuh waktu dan adaptasi. Ngan omat weh jaga performa, ulah kamalinaan nongkrong di tempat remang-remangna. Komo mun sok mengkol ka Polsek Andir mah. Omat aah. Kontrol!!

Foto: Persib.co.id